logo

Hari Ke-24 :: Penutupan

Cerita hari ke-24┬áini kami lanjutkan …..

Sekitar pukul 15:00, semua proses telah usai dengan diputuskannya 4 peserta yang akan menjadi Duta Indonesia di IOI 2016 Kazan-Rusia. Proses ini tidak mudah karena Tim Pembina dihadapkan pada berbagai pertimbangan, terutama skor total peserta yang relatif tidak banyak berbeda. Namun, dengan semangat yang terbaik bagi semua pihak, maka 4 peserta dipilih yang memang memiliki skor tertinggi ke-1 sampai dengan ke-4. Keempat peserta tersebut adalah (dari kiri ke kanan dalam foto):

  1. Stacia Edina Johanna, SMA Petra 3 Surabaya
  2. Kwee Lung Sin, SMA Karangturi Semarang
  3. Muhammad Yusuf Sholeh, SMA Al Irsyad Purwokerto
  4. Sergio Vieri, SMA Intan Permata Hati Surabaya
Kontingen Indonesia yang terpilih dalam IOI 2016

Kontingen Indonesia yang terpilih dalam IOI 2016

Kami ucapkan selamat kepada 4 peserta yang akan mewakili Indonesia di ajang IOI 2016 nanti, selamat bekerja dan berjuang. Tanggung jawab justru lebih besar lagi di pundak kalian. Bagi 5 peserta lainnya, tidak perlu berkecil hati, karena sudah sampai pada tahap Pelatnas 3 ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi semuanya, termasuk bagi keluarga kalian. Peran dan kerjasama kalian masih dibutuhkan untuk nanti turut membina adik-adik kelas berikutnya, sebagai sesama alumni TOKI.

Acara penutupan yang rencana akan dilaksanakan pukul 15:00, mundur hingga pukul 16:15 karena keterlambatan datangnya perwakilan dari Direktorat Pembinaan SMA, Kemendikbud RI. Yang hadir dalam acara penutupan adalah Bapak Asep Sukmaji dan Bapak Rosyid Achmadi, sedangkan dari pihak IPB diwakili oleh Bapak Agus Buono selaku Ketua Departemen Ilmu Komputer IPB yang disertai oleh Bapak Heru Sukoco, staf pengajar IPB yang juga bertanggung jawab masalah jaringan komputer selama Pelatnas ini.

Respon peserta saat pengumuman 4 besar, tetap ceria bersama

Respon peserta saat pengumuman 4 besar, tetap ceria bersama

Sempat terjadi 2 kehebohan sebelum acara dimulai. Pertama, peserta Pelatnad diminta memasuki ruang penutupan sambil melihat video yang menayangkan 4 judul, yaitu Selayang Pandang IPB, Museum Kepresidenan Balai Kirti, IOI 2016 Welcome Promo, dan About Kazan. Baru beberapa detik video ditayangkan, dan memang tidak ada panitia di dalamnya, salah seorang peserta menghentikan pemutaran video tersebut dengan cara mem-pause laptop yang ada di meja depan. Karuan saja hal ini membuat marah Pak Julio, dan yang bersangkutan segara diseret ke ruang kontrol untuk dihadapkan pada Pak Julio sendiri bersama dengan bu Inge. Nasehat diberikan untuk tidak melakukan sesuatu yang bukan menjadi kewenangannya.

Kehebohan kedua terjadi, saat semua hadirin sudah siap, MC nya hilang. Untung Pak Julio sigap dan segera menjadi MC sekaligus membuka acara dan memberi sambutan pertama. Namun tak lupa, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Pak Julio menjelaskan kegiatan Pelatnas ini dalam bentuk narasi dan dilanjutkan dengan pemutaran video Pelatnas 3 TOKI 2016 (Lihat video hari ini). Video ini merupakan hasil kerja keras dan kerja kreatif dari Ceu Engkong dan Kang Jais.

Pembukaan oleh Pak Julio dan sambutan oleh Bu Inge

Pembukaan oleh Pak Julio dan sambutan oleh Bu Inge

Bu Inge selaku Presiden TOKI menyampaikan sambutan selanjutnya, yang berisi ucapan terima kasih atas pelaksanaan Pelatnas 3 yang baik dan lancar di ILKOM IPB ini. Disambung dengan sambutan Pak Agus Buono yang menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Direktorat Pembinaan SMA dan Tim Pembina TOKI kepada ILKOM IPB untuk menyelenggarakan pelatihan ini.

Seusai sambutan Ketua Departemen ILKOM IPB, acara dilanjutkan dengan pengumuman 4 peserta yang terpilih sebagai kontingen Indonesia di ajang IOI 2016. Tidak ada kejutan yang berarti di kalangan peserta terhadap pengumuman ini, karena semuanya mungkin sudah menduga dari hasil latihan sehari-hari, kuis, APIO, dan simulasi. Kemeriahan terjadi pada saat nama Muhammad Yusuf Sholeh disebut, yang lebih dikenal dengan nama Ucup, yang kebetulan sedang berulang tahun pada hari ini.

Pidato penutupan dari Dirfektorat Pembinaan SMA, Bapak Asep Sukmaji

Pidato penutupan dari Dirfektorat Pembinaan SMA, Bapak Asep Sukmaji

Acara diakhiri dengan sambutan sekaligus menutup Pelatnas 3 TOKI 2016 oleh Pak Asep Sukmaji serta tidak lupa foto bersama seluruh peserta. Dengan demikian, seluruh kegiatan Pelatnas 3 TOKI 2016 berakhir. Terima kasih kepada semua yang terlibat, mulai dari peserta, pembina, asisten, panitia, dan pegawai sehingga Pelatnas 3 TOKI 2016 dapat berjalan dengan lancar dan aman. Panitia mohon maaf apabila terdapat layanan, sikap, dan situasi yang tidak nyaman.

Foto bersama seluruh peserta

Foto bersama seluruh peserta

Blog Pelatnas tidak berhenti sampai disini. Masih akan berlanjut dengan informasi dan cerita-cerita lain yang mungkin sebelumnya luput dari pantauan penulis. “Pedih …. sudah terbiasa dengan adik-adik”, demikian keluh Pak Auzi yang memang sangat setia dan sabar mendampingi peserta, baik di ruang pelatihan maupun di hampir semua aktivitas peserta, termasuk di penginapan.


Hari Ke-24 :: Simulasi II Jelang Penutupan

Hari ini, Rabu 11 Mei 2016 merupakan hari yang sangat dinantikan oleh semua personil Pelatnas 3 TOKI 2016 yang diselenggarakan di Departemen Ilmu Komputer, Kampus IPB Baranangsiang, Bogor. Bagi peserta, hari ini adalah hari penentuan apakah akan masuk ke dalam 4 besar Duta Indonesia untuk IOI 2016 ataukah berhenti sampai disini perjuangan panjang dilakukan. Namun, untuk menuju 4 besar tersebut tidak mudah karena harus diawali dengan Simulasi II yang dimulai pukul 08:00 sampai 13:00. Untuk itu, peserta sudah siap dengan semangat juang tinggi berjalan menuju arena Pelatnas 30 menit sebelum pukul 08:00.

Seperti biasa, Simulasi II berisi 3 soal yang telah disiapkan oleh kakak-kakak alumni TOKI secara remote dengan tingkat kesulitan yang tidak jauh berbeda dengan IOI. Setelah 3 jam berlalu, Sergio Vieri melejit dengan skor 243, yang artinya beberapa poin lagi akan mencapai full score 300, padahal waktu masih 2 jam lagi. Sementara peserta lainnya masih berjuang untuk mengejar ketertinggalan nilai.

Di lain pihak, telah hadir Presiden TOKI, bu Inge atau yang juga dikenal sebagai bu Dengklek, yang sengaja hadir langsung dari Samarinda untuk bersama-sama menentukan 4 besar sekaligus mengikuti acara penutupan Pelatnas. Beberapa jam kemudian menyusul hadir Pembina TOKI lainnya, yaitu Pak Adi dan Pak Fauzan, yang rupanya bersama-sama naik Commuter Line dari Jakarta, sama seperti yang dilakukan oleh bu Inge.

Presiden TOKI, Bu Inge, mengucapkan selamat ulang tahun untuk Ucup disaksikan Pak Julio

Presiden TOKI, Bu Inge, mengucapkan selamat ulang tahun untuk Ucup disaksikan Pak Julio

Sementara itu, trio macan bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing. Ceu Engkong masih menyiapkan video penutupan entah dimana, Ceu Lita ditugaskan untuk menyiapkan surprise ulang tahun bagi salah satu peserta (Ucup), Ceu Someone sibuk komat-kamit belajar menjadi MC, dan Kang Jaiz seperti biasa mengambil gambar berbagai peristiwa yang terjadi hari ini. Ditengah kesibukan ini, sempat terjadi kerusuhan akibat proses pembuatan sertifikat yang tidak jelas sudah sampai mana. Ceu Engkong mengirimkan file sertifikat dengan format JPG, padahal teks yang ada banyak mengalami kesalahan. Alhasil, Juragan Dean bersungut-sungut menyelesaikan revisi di tempat percetakan, yang akhirnya membuat lagi dari awal karena waktu yang tidak memungkinkan. Sedangkan Pak Auzi seperti biasa, setia mendampingi peserta dan asisten di ruang Simulasi.

Loh, Pak Rully mana? Ternyata beliau pukul 09:00 pagi tadi telah diantar Pak Julio ke stasiun kereta api karena harus segera ke Jakarta menggunakan moda transportasi commuter line. Terima kasih Pak Rully atas segala bantuannya dan kesetiaannya mendampingi pelaksanaan Pelatnas 3 TOKI 2016 kali ini. Bisa diduga, besok terjadi penurunan omset penjualan nasi tim dan nasi kuning di Bogor, karena kehilangan 1 orang pelanggan setianya.

Sambil menunggu hasil Simulasi terakhir ini, para Tim Pembina TOKI berkumpul dan berbincang-bincang tentang segala hal terkait dengan pelaksanaan olimpiade bidang komputer ini, mulai dari OSK hingga OSN dan bahkan sampai ke IOI. Disamping itu, Pak Fauzan tekun menyusun materi untuk dimuat dalam TOKI-News yang akan dibagikan kepada publik di arena OSN Palembang minggu depan.

Tepat pukul 13:15, 15 menit mundur dari jadwal, Simulasi II berakhir. Hasil akhir ini segera diverifikasi oleh tim SC secara remote, sedang Mang Pendi telah bersiap dari tadi untuk memasukkan ke dalam rekapitulasi tabel penilaian dari ITS Surabaya. Rekapitulasi tabel penilaian ini ditangani secara remote oleh 3 orang, yaitu Kak Irvin dari NUS Singapore, Pak Julio dari IPB Bogor, dan Mang Pendi dari ITS Surabaya. Kemajuan teknologi sangat membantu proses seperti ini walaupun pengelolanya secara fisik berjauhan. Jadi, kalau masih ada kantor yang mengagung-agungkan suatu pertemuan fisik dalam sebuah ruangan untuk menghasilkan suatu keputusan mutlak yang sulit diganggu-gugat, sepertinya sudah ketinggalan jaman …. #curcol.

Peserta dan asisten santai sambil makan kue ulang tahun seusai Simulasi

Peserta dan asisten santai sambil makan kue ulang tahun seusai Simulasi

Dari rekapitulasi tabel penilaian tersebut, diperoleh peringkat nilai peserta. Terlihat ada perbedaan yang menyolok di bagian paling atas dan paling bawah, namun perbedaan yang tipis di papan tengah. Hal ini menyulitkan membuat keputusan untuk mengambil 4 besar. Perdebatan panjang dilakukan oleh Tim Pembina, dan dengan semangat kekeluargaan serta demi bangsa dan negara, terpilih 4 nama kandidat Duta Indonesia. Keputusan ini belum final karena masih menunggu palu yang akan diketuk oleh perwakilan dari Direktorat Pembinaan SMA, Kemendikbud Jakarta, yang rencana akan dihadiri oleh Bapak Asep Sukmaji beserya Bapak Rosyid.

Dilain pihak, para peserta saling bersantai menunggu hasil. Ceu Lita dan Ceu Someone menyiapkan acara surprise ulang tahun Ucup. Selamat ulang tahun Ucup, semoga selalu sehat dan sukses. Aamiin.

Persiapan ruangan untuk acara penutupan sekaligus pengumuman 4 terbaik

Persiapan ruangan untuk acara penutupan sekaligus pengumuman 4 terbaik

Mengingat nanti akan dilanjutkan dengan acara penutupan, dan tulisan ini sudah panjang, maka stop disini dulu, nanti dilanjutkan hasil 4 besar sekaligus acara penutupan. Pause dulu yah …. maaf.


Hari Ke-23 :: Museum Kepresidenan Bogor

Hari ke-23 ini adalah hari paling santai selama Pelatnas 3 TOKI 2016, karena tidak banyak aktivitas yang dilakukan untuk memberi keleluasaan kepada peserta menyiapkan diri menghadapi Simulasi 2 esok hari. Simulasi 2 esok merupakan satu kegiatan penting, sebagai penutup seluruh kegiatan Pelatnas. Nilai simulasi memiliki bobot yang cukup tinggi sebagai salah satu indikator penilai dalam memilih 4 besar sebagai duta Indonesia di ajang IOI 2016 nanti.

Acara tunggal pada hari ini adalah mengunjungi Museum Kepresidenan dan Istana Bogor yang letaknya tidak jauh dari arena Pelatnas. Dengan mengendarai 4 mobil, seluruh peserta, pembina, panitia, dan asisten berangkat pukul 09:45 dan sampai di lokasi tepat pukul 10:00. Setelah berurusan dengan perijinan, semuanya memasuki museum dengan berjalan kaki.

h22-1-pesan-presiden

Memasuki area museum Kepresidenan yang dikenal dengan nama Balai Kirti yang dibangun pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), aura perjuangan mulai terasa. Apalagi semua mata memandang sebuah batu besar yang berisi salah satu pesan Pak SBY, “SETIAP PRESIDEN INGIN BERBUAT YANG TERBAIK BAGI BANGSA DAN NEGARANYA”. Kalimat ini langsung menusuk ke hati setiap yang membacanya dan meningkatkan semangat berfikir serta bekerja yang terbaik bagi bangsa dan negara, termasuk TOKI yang akan berusaha sekuat tenaga meraih emas IOI untuk kejayaan Indonesia.

Peserta 9 Besar berfoto di depan para Pemimpin Bangsa

Peserta 9 Besar berfoto di depan para Pemimpin Bangsa

Banyak sudut-sudut di Museum Kepresidenan ini yang menunjukkan bagaimana besar dan kompleksnya masalah yang dihadapi oleh para pemimpin bangsa, dan bagaimana perjuangan yang tekah dilakukan. Setiap presiden memiliki cara, kebiasaan, dan sikap yang berbeda dalam berjuang dan menghadapi setiap persoalan bangsa. Hal ini mendorong peserta pelatnas untuk melakukan hal yang sama, bahwa problem yang akan dihadapi di IOI nanti pasti berbeda di setiap tahun, dan masing-masing akan memaksimalkan pemikiran dan metode terbaik untuk memecahkannya sehingga dapat meraih emas IOI 2016 ini.

Berkerumun mengerjakan kuis sejarah perjuangan bangsa

Berkerumun mengerjakan kuis sejarah perjuangan bangsa

Peserta Pelatnas sudah terbiasa dengan mengerjakan soal di kesehariannya, sehingga di Museum pun yang kebetulan tersedia layar sentuh berisi “kuis” pilihan ganda tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia, tak lepas dari perhatian. Mereka berkerumun dan serius menjawab setiap soal. Memang peserta ini adalah anak-anak terbaik bangsa sehingga seluruh pertanyaan dijawab dengan benar dan mendapat nilai 100. Hebat.

Peserta di sela-sela rak buku Perpustakaan Kepresidenan

Peserta di sela-sela rak buku Perpustakaan Kepresidenan

Di perpustakaan, peserta dan semuanya terkesima dengan tata ruang dan buku-buku yang menjadi bahan bacaan serta tulisan para pemimpin bangsa. Betapa belajar dan membaca itu sangat penting bagi siapa pun.

Perjalanan ke Museum ini mengalami kekecewaan karena semuanya tidak dapat berkunjung ke Istana Bogor yang sangat didamba-dambakan. Menurut Kepala Museum, sudah setahun ini, kompleks Istana Bogor sudah merupakan area tertutup semenjak dijadikan sebagai tempat tinggal Jokowi. Ya sudah lah, mau bagaimana lagi. Dari sini kita bisa belajar bahwa terkadang hambatan itu muncul di saat keinginan untuk merengkuh sesuatu mencapai puncaknya. Tinggal kita bisa berfikir, bagaimana solusi untuk memecahkan hambatan tersebut sehingga keinginan maupun hasrat tadi dapat tercapai.

Foto bersama di depan Panji Negara

Foto bersama di depan Panji Negara

Pukul 12:00 kami semua meninggalkan Museum Kepresidenan untuk kembali ke kampus. Terima kasih Pak SBY yang sudah menyediakan tempat bagi kami untuk melihat bagaimana perjuangan para pemimpin bangsa sebelumnya. Kami juga sempat melihat ruang baca Pak SBY yang mendorong kami semua untuk tidak berhenti belajar dan membaca.

Tiba di area Pelatnas, semuanya kembali ke dunia nyata dengan semangat berjuang yang berbeda dari sebelumnya. Semangat yang tinggi ini mungkin yang menyebabkan ludesnya tahu Sumedang, yang konon dihabiskan oleh Abah Ari dengan alibi seperti bermain komidi putar … sekali putar satu tahu diambil. Dengan kecepatan 5rpm, berapa lama Abah Ari menghabiskan tahu Sumedang tersebut jika terdapat 20 tahu di kotak? Mungkin itu soal fisika yang akan dibuat untuk UAS mendatang.

Tidak hanya tahu, nasi Tim yang sudah dinikmati pada pagi hari, masih diteruskan dengan nasi kuning di siang hari. Alhasil, nasi kotak dari katering resmi tidak disentuh.

Itulah semangat juang yang berbeda dengan semangat juang para pemimpin bangsa. Namun kembali mengikuti pesan Pak SBY, di sini juga berlaku, “Setiap TOKI ingin berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negaranya”. Merdeka !!!